Tips

Cara Mengatasi Mual saat Hamil

Hamil dan mual sudah seperti teman akrab. Hampir semua wanita hamil akan merasakan mual dari minggu pertama, keempat, atau keenam. Terus, sampai kapan harus merasakan mual? Memangnya kenapa sih bisa mual?
 
Pertanyaan tentang kenapa harus mual, cara ngilanginnya bagaimana dan lain sebagainya sudah mulai menghantui saya sejak  beberapa hari lalu. Iya, itu kamu yang nanya terus *tunjuk KAMU* hahaha.. Awalnya saya menjawab sekenanya saja, karena ingatan tentang mual saat hamil sudah menghilang bersamaan dengan keluarnya air ketuban *halah*.. Tapi karena yang bersangkutan kurang puas dengan jawabannya, jadi saya mulai membaca-baca beberapa artikel dari web luar negeri, web dalam negeri, dan tanya-tanya juga di Whatsapp Group. Kenapa? Biar bisa saya tulis di blog sambil nostalgia, dan mempermudah kesayangan saat cari info tentang Cara Mengatasi Mual saat Hamil.
Ternyata, sekeras apapun saya berusaha mengingat, hasilnya nihil sodara-sodara. Mungkin kalau ada yang share lagi di kolom komen, saya jadi bisa ingat terus jadi bilang “oh iya, dulu gw juga ngerasa kayak gitu!” heheheh.. Kalau gitu, yuk ah langsung ke intinya.
 

Kenapa Mual saat Hamil?

  • Sensitif. Biasanya ibu hamil akan merasa lebih sensitif terhadap bau dan rasa tertentu.
  • Tingginya hormon HCG dalam tubuh. Ini adalah hormon yang hanya ada pada ibu hamil. Hormon inilah yang memberikan dua garis pada testpack yang dicoba.
  • Stress. Akibat terlalu banyak pikiran bisa membuat ibu hamil menjadi mual. Jadi jangan terlalu banyak pikiran ya mama-mama :).
  • Meningkatnya kadar hormon estrogen.
  • Hamil anak perempuan. Yep, dari beberapa artikel yang saya baca, salah satunya dari Babycenter, katanya mual yang berlebih disebabkan sedang mengandung anak perempuan. Tapi ini saya sendiri masih nggak yakin ah. (Terus kenapa di tulis, Cindy?)

 
Mual saat hamil bisa terjadi karena perubahan hormon. Biasanya mual mulai terasa saat kehamilan minggu pertama, minggu keempat, atau minggu keenam. Rata-rata mual berakhir saat memasuki usia kehamilan 12 atau 14 minggu. Itu semua bisa berbeda pada setiap ibu hamil, karena ada juga yang mual hanya sebentar, bahkan ada juga yang lebih lama. Seperti saya, saat hamil anak ketiga.
Mual atau yang biasa disebut sebagai Morning Sickness ini sebenarnya nggak hanya terjadi saat pagi hari saja. Ada beberapa yang merasakan mual saat siang hari, sore hari, malam hari, atau sepanjang hari! Seperti saya, saat hamil anak kedua.
 
Mual saat Haml dan cara mengatasinya
 

Cara Mengatasi Mual saat Hamil :

  • Hindari bau dan rasa yang terlalu tajam. Kalau terpaksa harus berada di tempat yang baunya bikin mual, bisa oles/hirup minyak kayu putih atau lemon oils. Saya ingat, kenalan selalu sedia kantung teh aroma melati untuk dihirup saat “keadaan genting”. 🙂
  • Makan sedikit, tapi sering. Jangan sampai perut kosong, karena bisa semakin mual.
  • Hindari makan yang terlalu manis, dingin, atau tart. Bisa coba jenis makanan lain, misal yang gurih seperti crackers. Makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak bisa dicoba juga, seperti nasi, pasta, dan roti.
  • Hindari makanan atau minuman asam. Karena bisa memicu asam lambung, akibatnya bisa bertambah mual.
  • Minum air, konsumsi jahe. Minum air sedikit-sedikit, selain itu bisa coba minum jahe hangat dengan madu. Teh mint dan sup ayam juga bisa dicoba.
  • Banyak Istirahat. Jangan lupa sering istirahat dan bersantai ya mama, tapi jangan setelah makan.
  • Sibukkan diri. Menyibukkan diri bisa membuat lupa dengan rasa mual yang dialami. Mungkin mama-mama bisa baca buku, nonton film kesukaan, main game, atau sekedar cerita dengan teman-teman seperjuangan? 🙂

 
Rasa mual memang nggak enak, rasanya berkali-kali lipat tidak nyaman dibandingkan kalau berhasil dikeluarkan. Biasanya mual sangat terasa saat di pagi hari, atau di malam hari. Saya suka sekali ngemil untuk menghilangkan mual. Waktu hamil, saya sering menyiapkan air putih dan crackers di samping tempat tidur. Jadi kalau mual, langsung gigit deh. Heheh..
Tapi ada juga sih ibu hamil yang nggak bisa masuk makanan. Tapi kadang memang harus dipaksakan, biar janin tetap sehat dan punya nutrisi yang cukup. Selain itu, kalsium juga penting banget lho untuk dikonsumsi. Bisa coba konsumsi yogurt atau makanan dengan saus keju.  Gunanya supaya pertumbuhan tulang janin tetap terjaga, dan nggak mengambil kalsium dari ibu. Bahaya kan, bisa keropos tulang ibunya.
 

Rasa Mual Aman nggak sih untuk Janin?

Selama masih dalam tahap normal, seharusnya aman. Bahkan di website parenting luar pun ada kalimat seperti ini..

“Many doctors think morning sickness is a good sign because it means the placenta is developing well. Have no fear, there are several ways to help give you morning sickness relief.”

 

Kapan harus ke Dokter?

  • Saat merasa mual dan muntah secara terus-menerus.
  • Tidak ada makanan yang bisa dikonsumsi.
  • Berat badan turun drastis.

 
Intinya mual saat hamil itu memang wajar dan dialami oleh sebagian besar wanita karena sedang ada perubahan di dalam tubuhnya. Cara mengatasi mual untuk sebagian orangpun bisa berbeda-beda, cara menahan dan tingkat worry orang juga berbeda. Semangat untuk para mama yang sedang hamil, semoga bisa melalui rasa mualnya dengan sabar dan semoga segera berlalu yaa..
Saya menulis ini supaya bisa menjawab pertanyaan untuk kesayangan, dan semoga bisa membantu yang lain juga. Feel free kalau ada yang mau cerita di kolom komentar tentang masa mual-mual waktu hamil dan gimana cara ngatasinnya. Siapa tahu cerita kita berbeda kan? 🙂
 
* Saya baca-baca di Babycenter(dot)com, Babycentre(dot)co(dot)uk, Theurbanmama(dot)com, dan alodokter(dot)com.
 
 
Cheers 🙂
 

  1. Langsung pertamax baca berasa manggut2 kalo bulan2 kemarin gumoh2. Beneran jahe bisa meminimalisir biar ga mual Mbak. Ah iya sama satu lagi, permen davos 😂.
    Malem2 baca ginian, Mbak Cindy mau nambah kiddos? *sungkem dulu*

  2. Poin yg ‘banyak istirahat’. Meskipun banyak yg bilang jangan istirahat atau tiduran setelah makan tp aku malah kebalikannya mb cin .. klo setelah makan ga langsung tiduran (setangah duduk setengah tiduran), mualnya malah menjadi-jadi 😥 semangat 😅😅

    1. Biasanya kalo habis makan trus tiduran kan kayak mau throw up gitu mba.
      Takutnya malah makin jadi mualnya, tapi kalo di mba Dini malah kebalik ya?
      Tapi itu posisi mba Dini lebih ke senderan yaa bukan tiduran (telentang) 😆

Leave a Reply