Event Blogger · Keuangan · Tips

#IbuBerbagiBijak: Pentingnya Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Sejak berusia belasan tahun, saya sudah sering kali berdagang. Seringnya saya melakukan jualan online dan melakukan persewaan buku sejak SD secara offline. Kenapa saya sebut seringnya? Karena saya beberapa kali on off dalam jualan ini. Awalnya rugi, lalu ada balik modal, dan akhirnya pernah merasakan profit sedikit. 

Saya sangat suka proses jual-beli, sehingga merasa hal ini cocok untuk diteruskan. Hingga pada saat memiliki anak, bisnis online shop saya terpaksa berhenti dulu, dan berlanjut menjadi supplier untuk ibu-ibu di sekolahan, juga membuat snack untuk dijual di kantin. 

Sudah banyak sekali jual-beli yang saya lakukan, namun karena semua dipegang sendiri, seringnya merasa keteteran hingga terpaksa berhenti di tengah jalan.

Namun kali ini saya mencoba peruntungan kembali menjadi jasa titip beli bagi yang ingin berbelanja namun tak memiliki waktu lebih untuk ke tokonya. Saya memulai dengan jasa titip buku di Big Bad Wolf Yogyakarta pada bulan lalu. Dari situ saya harus memulai kembali bagaimana caranya mengatur keuangan agar tak tercampur antara bisnis dan pribadi.

Saya selalu membaca dan mengikuti perkembangan mengenai tema yang diangkat karena sangat bagus dan tidak menggurui. Jika ingin belajar dan mempelajari program ini lebih lanjut, bisa main ke instagramnya @ibuberbagibijak

Tahun-tahun sebelumnya, saya melihat teman hadir di program literasi keuangan #IbuBerbagiBijak yang diinisiasi oleh Visa. Workshop yang digelar dalam rangka mengedukasi para pelaku usaha perempuan seputar manajemen keuangan mendasar untuk bisnis ini diluncurkan pada bulan Juni 2017 dan telah menjangkau lebih dari 300.000 perempuan di seluruh Indonesia. 

Setelah kota Bandung, workshop literasi keuangan #IbuBerbagiBijak akhirnya diadakan di Roaster and Bear, kota Yogyakarta pada 3 September 2019 lalu. Workshop kali ini menyasar para pelaku usaha perempuan di bawah naungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Yogyakarta. Saya dan teman-teman blogger The Urban Mama dalam rangka #TUMBloggersMeetUp juga hadir untuk menyerap ilmu yang banyak di workshop ini.

Pembicara yang hadir adalah:

  • Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman
  • Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank, Pasar Modal, dan Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Noor Hafid
  • Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, dan Nakertrans Kota Yogyakarta sekaligus Wakil Ketua I Dekranasda Kota Yogyakarta, Rihari Wulandari
  • Financial Educator, Prita Ghozie

Tidak hanya mengedukasi seputar pengetahuan manajemen keuangan yang mendasar. Namun juga mengedukasi pelaku usaha perempuan cerdas dalam mengakses produk/layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kemampuan, serta pentingnya pemahaman akan perlindungan konsumen dalam mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Bapak Riko Abdurrahman selaku Presiden Direktur PT Visa Worlwide Indonesia mengatakan “kami senang bisa bekerja sama dengan OJK dan BI untuk memperluas program #Ibuberbagibijak tahun ini, dengan menggandeng para pelaku usaha perempuan dan Komunitas UMKM. Visa meyakini bahwa mereka adalah salah satu pihak yang dapat berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di masa mendatang. Workshop kali ini kami gelar di Yogyakarta mengingat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dan kewirausahaan”.

Ibu Rihari Wulandari selaku Kepala Bidang UKM dari Dinas Koperasi , UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta mengatakan “mereka sangat terbantu dengan adanya program ini. Antusiasme kami sangat tinggi karena kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Jika dalam berkreasi membuat usaha rumahan tidak disertai pengetahuan dan pemahaman literasi keuangan yang baik, maka keuntungan yang didapat tidak akan maksimal, bahkan bisa menyebabkan cashflow yang berantakan. Kami berterima kasih kepada Visa karena sudah melibatkan kami  di program ini yang sarat manfaat, bukan hanya untuk keuangan usaha tapi juga keuangan keluarga”.

Kenapa perempuan harus belajar Literasi keuangan? 

Menurut fakta data, tingkat literasi keuangan di Indonesia telah meningkat dari 21,8% pada tahun 2013 menjadi 29,6% pada tahun 2016. Namun tingkat literasi keuangan perempuan jauh lebih rendah 25,5% dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 33,2%. Kalimat yang diucapkan oleh Pak Riko Abdurrahman selaku Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia tersebut cukup mencengangkan.

Namun saya yakin di tahun 2019 dan seterusnya, tingkat literasi keuangan perempuan akan semakin meningkat lagi berkat banyaknya dukungan seperti program ini.

Keistimewaan dari #IbuBerbagiBijak adalah

  • Melibatkan komunitas, sesama perempuan
  • Mengusung konsep “train the trainers”, mengedukasi dan mendorong perempuan agar dapat berbagi pengetahuan dengan anggota keluarga, kerabat, dan tetangga.
  • Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya literasi keuangan.

Senang sekali akhirnya saya bisa menyerap ilmu dari mbak Prita Ghozie secara langsung di workshop ini. Di pembukaan, beliau bertanya apakah ada pelaku usaha maupun freelancer? Saat itu saya mengangkat tangan dua kali, karena memang keduanya merupakan profesi saya. Lalu beliau bertanya mengenai pengelolaan uang yang tak bisa saya jawab dengan yakin. 

Jujur saja waktu awal berbisnis, saya masih menjadikan satu keuangan usaha dengan pribadi, berbekal ingatan dan buku catatan yang seringnya saya abaikan. Bahkan kadang, saya juga hanya balik modal, karena pengelolaan yang kurang tepat. Saya kira bisnis hanya masalah modal beli, promosi, dan penjualan (yang pasti profit). Ternyata saya salah besar! Jadi ngaca banget saat dijelaskan panjang lebar oleh mbak Prita.

Menentukan Jenis Usaha

Apakah usaha yang akan dilakukan ini karena hobi atau kesukaan? pikirkan apakah jualan dari hobi ini bisa menghasilkan secara tetap? selain itu juga harus dipikirkan jam kerjanya dan target konsumen yang akan dikejar. Contohnya jika kita suka belanja, mungkin cocok jualan berbagai macam barang yang sering kali kita beli atau gunakan. Misal tas, sepatu, pakaian, kosmetik. Mau khusus anak atau dewasa? Kalau dua-duanya, baiknya dipisah atau jadikan satu? Makanya harus tahu di awal, siapa yang kita targetkan.

Sendiri atau Bermitra?

Jika sendiri, pikirkan modal untuk pembelian awal, promosi, biaya tetap. Jika bermitra, harus selektif dan pastikan memiliki perjanjian yang jelas.

Harus Tahu Untung dan Rugi

Biasanya pengusaha kecil kurang mengetahui apakah usahanya untung atau rugi. Maka dari itu harus selalu pisahkan keuangan pribadi dengan usaha. Jangan lupa untuk menulis arus kas secara transparan, dan mempelajari, investasi, modal awal dan biaya tetap. Saat awal membuka usaha, hal yang paling penting dipikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan modal awal untuk banyak hal seperti beli dagangan, properti, fasilitas pendukung, modal pelatihan bisnis, biaya promosi, dan biaya tetap (gaji karyawan, listrik, internet, operasional lain).

Pembiayaan Usaha.

Saat awal membangun usaha, kita harus memiliki keputusan yang jelas, apakah ada investasi khusus/meminjam uang di bank/ p2p lending/lembaga keuangan? bagaimana dengan perluasan usaha setelah setahun? Lalu untuk operasional, strategi apa yang akan dilakukan untuk mencapai usaha?

Jika memutuskan untuk mengambil pinjaman, jangan lupa mempertimbangkan untuk menghitung dengan jelas kebutuhan awal, tambahkan 10% biaya untuk jaga-jaga, dan pertimbangkan sumber pendanaan.

Sumber pendanaan yang seperti apa?

Saya sudah sempat menyebut 3 alternatif di atas. ada Bank, P2P Lending, dan juga Lembaga keuangan. 

Risiko paling rendah menurut saya adalah bank, dan plusnya ada beberapa pilihan pinjaman dana. Jika ingin mudah tak perlu kemana-mana, proses cepat, dan syarat yang mudah, bisa gunakan p2p lending (pinjaman online), namun kekurangannya adalah bunganya lebih tinggi daripada bank, jumlah pinjaman terbatas, dan tenor jangka pendek & biaya administrasi besar.

Harus diingat sebelum meminjam di P2P Lending

  • Pilih yang sudah terdaftar di OJK
  • Bayarlah tepat pada waktunya

Menurut Bapak Noor Wahid, pinjaman online saat ini sangat digemari oleh masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa ada yang harus kita perhatikan saat memilih pinjaman online, yaitu dengan cara memperhatikan 2L (Legal & Logis).

  • Cek kelegalan status lembaga tujuan pinjaman online kita di www.ojk.go.id untuk memastikan apakah terdaftar di OJK.
  • Cek syarat dan ketentuan mengenai bunga pinjaman dan lainnya. Pastikan dapat diterima dengan akal sehat.

Saya pernah dapat telepon 2 kali dari pinjaman online yang menanyakan perihal kabar orang A dan B. Saya diminta untuk menyampaikan bahwa mereka harus membayar tunggakan dari pinjaman ini. Sayangnya, saya tak kenal kedua orang ini, namun saya dipaksa untuk “kenal dan memberitahu” karena nomor telepon tersimpan di hp mereka. Jadi demi kenyamanan bersama, harus selalu tepat waktu dalam membayar dan memilih tempat peminjaman dana yaa.

Pentingnya mengelola keuangan dengan baik.

Beberapa hal yang penting dan harus dipelajari menurut mba Prita Ghozie adalah Arus kas usaha, yang dipengaruhi oleh modal kerja, operasional usaha, pembelian barang modal, pembayaran pinjaman, dan omzet. Mengetahui situasi keuangan, apakah usaha yang dilakukan ini loss (rugi), profit (untung), break even (balik modal saja). Cara mengukur keuangan dibutuhkan perhitungan yang jelas dengan financial analysis, bukan dengan feeling analysis. Sebagai perempuan yang semuanya menggunakan perasaan, tolong kali ini lebih tegas ya! Hehehe.. Membuat laporan keuangan usaha sendiri juga diperlukan untuk awal usaha, jika belum memiliki pegawai yang andal. Kita harus bisa membuat Neraca (Balance Sheet), Laporan laba rugi (Income Statement), dan catatan laporan keuangan (Cash Flow).

Kembali lagi ditegaskan untuk selalu memisahkan keuangan bisnis dan pribadi, karena saya yakin ada banyak sekali yang jadi amburadul karena ini. Demi mencapai keuangan yang ideal, simak beberapa hal ini yaa:

Financial Check Up.

  1. Apakah memiliki hutang? Apakah itu hutang konsumtif atau produktif? Jika memiliki hutang, pastikan nilai cicilannya dibawah 30% dari biaya hidup.
  2. Apakah biaya hidup sudah lebih sedikit dari pemasukan? Pastikan kita sudah tahu tentang prioritas dalam penggunaan uang. Karena biaya hidup maksumal 50% dari pemasukan.
  3. Apakah punya dana darurat? Sempatkan mengumpulkan dana darurat dengan ideal bernilai 3x pengeluaran rutin dan berbentuk kas.
  4. Apakah punya tabungan? Jika ya, pastikan untuk memisahkan antara tabungan rencana dan investasi masa depan.

Pengelolaan Arus Kas.

Harus memisahkan antara kas usaha dan kas keluarga. Selain itu rekening usaha dan rekening pribadi juga harus berbeda. Berwirausaha bukan berarti tak mendapatkan gaji, jadi jangan lupa untuk mentransfer gaji bulanan dari rekening usaha ke pribadi.

Merencanakan Keuangan.

Jika kedua poin di atas telah jelas dan semakin baik, kita bisa merencanakan keuangan untuk keperluan lain yang tak kalah penting, seperti:

– Zakat

Assurance

Present consumption

Future spending

INvestment

Tips mengelola keuangan pebisnis versi Prita Ghozie adalah: NO utang konsumtif, Punya rencana pengeluaran, Punya tabungan dan investasi, Punya asuranso kesehatan dan jiwa, Punya dana darurat.

Tentang Visa Inc.

Visa Inc. merupakan pemimpin pembayaran digital di dunia. Misinya adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, dapat diandalkan, dan aman. Memungkinkan konsumen, pemain bisnis dan ekonomi untuk maju dan berkembang. Jaringan pemrosesan yang canggih bernama Visanet merupakan system pembayaran yang aman dan dapat diandalkan secara global serta mampu menangani lebih dari 65.000 pesan transaksi perdetik.

8 Hal yang Harus Diketahui Tentang Visa

  •  Visa tidak menerbitkan kartu kredit.
  • Kartu Visa paling sering digunakan dan diterima di seluruh dunia.
  • Visa tidak menetapkan suku bunga pada kartu.
  • Merchant membayarkan biaya ke bank pada saat menerima transaksi dengan kartu kredit.
  • Merchant merasakan beragam manfaat saat menerima pembayaran dengan kartu.
  • Visa berada di pusat pembayaran, sehingga memungkinkan perbankan, merchant, dan konsumen untuk bertransaksi dengan efisien, mudah, dan aman.
  • Visa memimpin inovasi untuk teknologi pembayaran terdepan.
  • Investasi dalam berinovasi akan mengubah masa depan keamanan pembayaran.

Semoga tulisan ini bisa memberikan informasi yang sedang dibutuhkan oleh para perempuan yang ingin memulai usaha atau ingin mengatur keuangannya agar lebih rapi dan baik. Salam sayang, jangan lupa investasi dan catat-catat pengeluaran yaa! πŸ™‚

  1. Ngelola keuangan buat Bu Ibu tuh penting banget. Aku ingat tuh Mbakku yang punya usaha terus akhirnya gulung tikar karena salah perhitungan, diutang orang dan lainnya. Kudu dimulai dari dini nih

  2. Nah..pemisahan keuangan bisnis dan pribadi ini yg masih banyak blm dilakukan y mba..jadi sering tak terkontrol hasil usahanya. TFS mba..jadi lebih tahu bgmn seharusnya ..

  3. Wahh tipsnya mantul nih…perempuan berbisnis di jaman sekarang banyak pilihannya…tinggal pinter-pinternya aja memilih ya…dan yang penting mengatur keuangannya itu loh…

  4. Selain ibu berbagi bijak ini juga acara ibu berbagi bisnis ya Mbak hehe. Ibu berbagi peluang dan ilmu pengetahuan. Benar-benar mencerahkan yang hadir dan yang tidak hadir seperti saya.

  5. Alhamdulillah udah No utang konsumtif. Cuma penyakitnyaaaaa… masih nyampur antara bisnis ama pribadi itu. Harusnya blog juga dianggap bisnis ya, supaya tertib keuangannya. Bukan semacam ngerasa dapet duit jajan setiap kali ada payment cair. Nah, ini aku belum disiplin.

  6. Lengkap banget tulisannya terkait mengelola keuangan. Saya izin catat beberapa hal nih sekalian belajar agar next bisa punya keuangan yang lebih sehat. Program ibu berbagi bijak ini bagus ya, karena bisa saling berbagi ilmu dan pengetahuan penting. Terima kasih juga Mbak Cindy sudah berbagi melalui tulisan kali ini.

  7. Senangnyaaaa bisa ikutan workshop sekece ini. Makasih ya mbk udh share ilmu kecenya. Iya aku setuju, pendapatan jualan harus punya lini sendiri, jgn diotal atik apalagi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (kecuali kepepet bgd kali ya)

    1. Betul tuh Mb Inda, kadang-kadang tuh godaannya kalau ga dipisahin pembukuannya kan bikin kita sering-sering comot ya untuk belanja. Kudu diwaspadain ini.

  8. Oh ini acara yang diselenggarakan sekaligus di beberapa kota itu ya? Hebat ih yang tinggal di kota besar bisa ikut acaranya. Dan lebih hebat lagi bisa membuat reportasenya sehingga saya yg di pelosok bisa ikut menyerap ilmunya

  9. Wakta ikutan acara VISA aku inget betul deh poin memeisahkan keuangan bisnisn dan pribadi. Terlihat sepele ya tapi justur ini penting banget supay aterlihat ya alur pemasukan dan pengeluarannya

  10. Wah jiwa wirausahanya memang sudah kuat ya sejak kecil. Aku juga ke BBW sih, alhamdulillah pas nggak ramai karena malam takbiran Idul Adha. Udah gitu pas gempa, masa segedung nggak ada yg ngrasa, tetap santai bongkar2 buku

  11. Tipsnya penting banget buat aku karena aku mengawali dari hobi, susah misahin antara usaha & hobi, nggak kelihatan untung ruginya. Kudu banyak berbenah nih.

  12. Setuju banget inj mengenai pemisahan uang pribadi dan bisnis soale kalau ga gitu keuangan bisnis kita ga jelas juga ya kan. Aku dulu bisnis kecil-kecilan makanan Cheese stik gitu tapi ga buat laporan keuangan dan pokoknya untung aja , nah ini yang jadi masalahnya hehe akhirnya ya udahan deh bisnisnya.

  13. Ini bener banget Mba, saya ngerasa bgt klo duit pribadi saat ini suka kecampur sama duit dr bisnis. Karena emang disatu rekening. Trus masih belum bener soal pencatatan. hmm peer saya makin banyak ya πŸ™‚

  14. Bener banget, keuangan probadi dan bisnis harusnya misah. Sekecil apa pun bisnis yang kita punya ya. Aku pernah ngerasain uang bisnis yang akhirnya gak jelas karena campur dengan uang pribadi. Keren banget tipsnya. Jadi kepengen berbisnis lagi. Walopun gak tahu bisnisnya apa πŸ˜€

  15. Setuju banget nih dengan kelebihan media sosial yang bisa kita gunakan untuk sharing seputar pengetahuan finansial seperti ini. Jadi kan kita bisa sebarkan pengetahuan yang didapat dari expert, misalnya Mb Prita Gozhie ini kepada teman lain yang tidak mengikuti event tersebut.

  16. Mengelola keuangan yang baik adalah kunci dari rumah tangga maupun usaha yang dijalankan. Oleh karena itu, pentingnya sebagai Ibu juga untuk memiliki kecakapan dalam keuangan agar stabil dan bagus.

  17. Penyakit kita sama mbak, mencampurkan uang bisnis dengan uang pribadi, jadinya nggak ketahuan lagi deh laba hasil bisnis larinya ke mana.

    Seneng ya bisa menyimak langsung pemaparan dari Prita Ghozie, saya beberapa kali membaca tulisannya, tapi belum berkesempatan mendengar pemaparannya secara langsung

  18. Aku juga suka jualan… Hampir sama juga, sejak punya anak olshop jadi mati suri. Sekarang jualan tipis2 perkap bayi yang ada di diatributor aja, sistem dropship. Kek nothing to lose banget sih, nggak punya target, sekadar suka jualan aja πŸ™ˆπŸ™ˆ
    Dulu masalahku juga seputar keuangan, aku kurang rapi ngelola. Berharap banget acara Ibu Bijak ini hadir juga di Denpasar

  19. Jangan lupa investasi dan catat-catat pengeluaranΒ ..tertohok akuuu
    Ku campur aduk catatannya.
    Hm..banyak yang mesti diperbaiki nih. Memang mesti bijak untuk masalh keuangan ini ya..biar enggak asal aja nyampur uangnya dan enggak tahu larinya kemana.

  20. Mengatur keuangan kelihatannya mudah tinggal di bagi-bagi per kebutuhan tetapi faktanya suliit terutama konsisten-nya. Biasanya mencatat dan memisahkan dana cuma di awal bulan.

  21. Biar lebih afdol sekaligus self reminder,

    Tips mengelola keuangan pebisnis versi Prita Ghozie adalah:

    -NO utang konsumtif
    – Punya rencana pengeluaran
    – Punya tabungan dan investasi-
    – Punya asuranso kesehatan dan jiwa-
    – Punya dana darurat

  22. Betul banget kak ! emang penting memisahkan keuangan bisnis dan pribadi.

    Apalagi kalau bisnisnya bareng2, harus transparan kan. Jadi harus bisa dilihat saldonya bareng2. Kalau saldonya ditaruh di rekening pribadi ya nnti ketauan dong pengeluaran si yang punya rekening buat apa aja

Leave a Reply