Health

Konvermex, Obat Cacing Pilihan untuk Keluarga

Hai parents! Sudah pada tahu kan kalau cacingan itu dapat menular? Cacingan adalah infeksi yang diakibatkan oleh cacing yang ditularkan dari lingkungan yang kotor. Dan ternyata yang bisa terinfeksi cacingan tidak hanya anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa lho! 

Apa Penyebab Cacingan dan Bagaimana Kita Tertular?

Sebelumnya, saya mau kasih tahu kalau ada banyak jenis cacing yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Contohnya cacing kremi (enterobius vermicularis), cacing gelang (ascaris lumbricoides), cacing tambang (ancylostoma duodenale), cacing tambang (necator americanus), dan cacing trichostrongylus colubriformis dan orientalis.

Biasanya anak usia sekolah dasar paling sering terkena penyakit cacingan. Aktivitas di luar ruangan untuk anak usia 6-12 tahun sudah lumayan banyak, dan tidak semua tempat itu bersih terbebas dari hewan kecil maupun bakteri.

Seperti yang kita tahu telur cacing itu bentuknya sangat kecil dan tidak dapat dilihat oleh kasat mata, maka dari itu penting sekali untuk mengajarkan dan mencontohkan anak kebiasaan baik yaitu selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi dan sebelum makan.

Pastikan juga untuk memasak makanan sampai matang sehingga Larva ataupun telur cacing yang ada di dalam sayuran langsung mati sehingga makanan yang dikonsumsi akan lebih aman.

Orang Dewasa juga bisa Terkena Cacingan

Tahukah kalau orang dewasa juga bisa kena cacingan karena sanitasi yang buruk, makanan yang tidak bersih, dan tertular dari sprei/baju keluarga yang lainnya. Loh gimana caranya?

Contohnya saat anak-anak bermain tanpa alas kaki dan menginjak telur/larva memiliki cacing kremi di dalam tubuhnya lalu berkembang biak, saat cacing betina akan menetaskan telurnya di malam hari, ia akan menuju daerah pantat untuk meletakkan telurnya.

Saat hal itu terjadi biasanya daerah pantat akan terasa gatal, dan ketika digaruk, telur-telur dari cacing tersebut akan menyebar dan rontok di sprei, selimut, baju, bahkan tangan.

Bahayanya jika kita tidak sadar akan hal itu, maka kemungkinan besar larvanya akan ikut termakan, dan terciptalah tubuh baru untuk cacing tersebut berkembang biak lagi. Penularannya akan terus seperti itu jika kita tinggal atau berada di tempat yang sama dan bermain bersama. 

Biasanya saat satu orang dalam keluarga kena penyakit cacingan, yang lain akan lebih mudah tertular. Maka dari itu penting sekali untuk rajin mencuci sprei, selimut, dan lainnya juga tak lupa seluruh keluarga ikut meminum obat cacing sampai sembuh.

Salah satu cara untuk melindungi dan membantu membasmi cacing yang ada di dalam tubuh, saya biasanya rutin memberikan obat cacing kepada keluarga setiap 6 bulan sekali.

Jika dirasa berada di tempat tinggal yang sanitasinya bagus dan lebih bersih bisa mengkonsumsi obat cacing secara rutin satu kali setahun. Namun tidak ada salahnya juga untuk mengkonsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali karena tidak ada efek buruk yang ditimbulkan.

Gejala Cacingan pada Anak dan Dewasa:

Selain merasa gatal di bagian anus, ada gejala lain yang bisa kita curigai sebagai gejala cacingan. Biasanya kita akan merasa malas alias kehilangan nafsu makan, badan mudah lelah dan capek, kehilangan banyak berat badan, diare, mual, muntah, perut kembung, juga sakit perut.

Demi kesehatan anak-anak di rumah, saya rutin memberikan Konvermex, sebagai obat cacing pilihan keluarga. 

Kenapa Konvermex?

Karena Konvermex 125 Pyrantel Pamoate obat cacing untuk anak memiliki 2 varian, yaitu dalam bentuk suspensi rasa jeruk (10ml) dan tablet (isi 4). Obat ini dapat dikonsumsi untuk anak usia 2-12 tahun lebih.

Lalu saya konsumsi obat cacing untuk dewasa yang konvermex 250 Pyrantel Pamoate berbentuk kaplet (isi 2), dan tersedia dalam bentuk suspensi juga dengan rasa vanila latte (10ml)

Dosis Pemakaian Konvermex:

Aturan Pakai Dosis sekali minum (atau ikuti petunjuk di kemasan).

Suspensi 125 mg untuk dosis anak – anak di bawah 12 th

Suspensi 250 mg untuk dosis dewasa

Tablet 125 mg untuk dosis anak

Kaplet 250 mg untuk dosis dewasa

Nah ini adalah salah satu alasan kenapa saya suka banget sama Konvermex. Karena Konvermex menghancurkan cacing di tubuh juga melumpuhkannya dengan cara mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskular dari dalam, sehingga saat pengeluarannya tidak butuh pencahar dan sudah tidak berbentuk cacing. 

Buat saya, agak ngeri dan geli kalau memang anak-anak atau malah saya terkena cacingan lalu harus melihat atau (maaf) menarik-narik cacing tersebut agar keluar dari dalam tubuh. 

Obat ini mengandung Pyrantel Pamoate untuk mengobati cacingan yang disebabkan oleh parasit-parasit saluran pencernaan berikut baik tunggal maupun campuran. Jadi memang bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis cacingan.

Ayo saling jaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari cacingan dengan cara minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali secara bersamaan dengan seluruh anggota keluarga! 🙂

  1. Dilihat dari gejala seperti kehilangan nafsu makan, badan mudah lelah dan capek, kehilangan banyak berat badan, diare, mual, muntah, perut kembung, juga sakit perut, aku jarang sekali terpikir bahwa gejala2 itu disebabkan cacingan. Mikirnya malah kena maag haha. Padahal bisa jadi karena cacingan itu ya mbak.

    Baiknya memang rutin minum, setidaknya 6 bulan sekali seperti yang disarankan. Ok deh aku mau ajak keluarga konsumsi Konvermex juga.

  2. Saya baru aja bulan lalu minum obat cacing. Karena melihat anak saya badannya ga gemuk-gemuk walau timbangan tetap naik. Ibu saya bilang cacingan. Ternyata hal itu bukan termasuk salah satu gejala cacingan yang mba tulis ya. Tapi ga papa demi kesehatan kan ya.

  3. Wah, iyaaa, kok selama ini aku ga terpikirkan kalo org dewasa juga bs kena cacingan ya?

    selama ini, identik ama anak2 aja sih ya.
    beklaahh, mau coba konsumsi Konvermex juga ahhhh

  4. Haduuh, pas baca postingan ini langsung teriakin anak, untuk mengingatkan beli obat cacing . Baru keingetan niih , aku suka rutin juga Mak, dan bulan Juli ini jatahnya buat minum, pas 6 bulan.

    Meski udah pada dewasa di rumah, tetep buat menjaga kesehatan, wajib minum obat cacing buat keluarga.

  5. Si mamah aku nih dulu klo aku garuk2 dan cengeng pasti dibilang cacingan haha, eh ternyata klo garuk2 iyayaaa bener berarti tanda cacingan. Ku jadi inget anak kedua yg mau aku kasih obat cacing karena udah jadwalnyaaa. Konvermex yaa, moga sehat terus yaa kitaa

  6. Gangguan akibat cacingan kadang emang gak terlalu diperhatikan ya..padahal efeknya bisa kemana-mana.. dan pemberian obat cacing rutin emang penting banget sih…

  7. Jadi ingat sudah lama banget ga makan obat cacing!

    Btw,
    Obat cacing sekarang mah sudah inovatif ya.
    Mampu bikin cacing mati dan langsung jadi kotoran (feses)

    Ingat masa kecil dulu sekitar tahu 80-an, obat cacing belum seinovatif ini,
    mamak sering banget lho menarik (maaf) dari dubur, cacing gelang yang sedang tergantung-gantung di dubur, hihihi.

    Aku menjerit-jerit ketakutan.
    Duh, horor banget!

  8. Iya suka abai nih aku terhadap cacingan padahal efek sampingnya fatal ya anak bisa kurang gizi dan lamban berpikir…bagus ni obat cacingnya menghancurkan cacing di dalam dan ngga keluar utuh oh tidaaaak!

  9. Aku dulu taunya bukan convermex tapi satunya yang femes sejagad Indonesia itu loh… comb*****

    dan itu agak trauma dikit bayanginnyaaaa (maafkeun susah mo komen di sini)

  10. Uwaa kok ngeri ngeri sedap ya cara penularannya. Kadang kita nggak tahu ya, dari hal sepele gitu imbasnya bisa kena sekeluarga. Sari satu orang akhirnya satu rumah cacingan, uh ngeri juga ya. Makasih mak infonya..

  11. Ternyata penularan cacing Tampa Kita sadar bahaya juga.. bener akupun ada di kotak obat Konvermex, Obat Cacing ini .
    Dan kayaknya memang hrs Ada untuk jaga2 krn ampuh bngt

  12. Ya ampuuun kalau dengan cacingan itu kenanganku melayang ke masa silam saat kecil dulu. Di kampung rata-rata anak-anak seusia saya pada cacingan dan pernah lihat cacing keluar dari anus sepupuku. Duuh kalau ingat sekarang malah seram.

  13. Ternyata gejala cacingan yang perlu kita ketahui, banyak juga ya.
    Gejalanya seperti kehilangan nafsu makan, badan mudah lelah dan capek, kehilangan banyak berat badan, diare, mual, muntah, perut kembung, juga sakit perut. Sebagai ibu rumah tangga, harus tahu gejala cacingan, supaya kesehatan satu keluarga terjamin, ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *