News

Benarkah Infrastruktur di Indonesia belum Ideal?

             Seperti yang kita semua ketahui, saat ini Indonesia sedang melakukan banyak sekali pembenahan dan memiliki beberapa pembangunan infrastruktur baru. Semua itu dilakukan oleh pemerintah, untuk menciptakan Indonesia yang lebih teratur, dan juga untuk mempermudah warganya. Contoh pembangunan infrastruktur yang membantu saya adalah adanya tol tambahan yaitu Cipali dan juga Bawen. Kenapa? Bisa dibilang, saya adalah orang yang sering melakukan perjalanan darat dari Klaten-Depok dan jelas sekali perbedaan waktu tempuh yang saya jalani.

 

foto-tol-okezone
dok. okezone

 
Selain itu, dengan adanya tol-tol baru ini, maka akan ada tambahan lapangan pekerjaan baru, seperti adanya rest area. Jelas sekali dibutuhkan banyak pekerja di sana, begitu pula dengan warga sekitar yang bisa mencari nafkah dengan cara berjualan. Hal ini sangatlah membantu perekonomian mereka. 🙂
Namun, berdasarkan perhitungan dengan pendekatan penawaran agregat pertumbuhan output potensial Indonesia, saat ini diperkirakan hanya 5,2 – 5,5 persen dari yang sebelumnya hampir mendekati 7 persen. Padahal, Indonesia masih membutuhkan pertumbuhan yang tinggi, paling tidak harus tumbuh di atas 6 persen. Pertumbuhan yang tinggi ini juga dibutuhkan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.
 

Terobosan Reformasi Struktural

  • Perbaikan Sumber Daya Manusia
  • Pembangunan Infrastruktur
  • Reformasi Pasar Tenaga Kerja
  • Revitalisasi Industri.

 

rakornas_kadin_5
dok. Bappenas

 
Selain itu, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, pembangunan infrastruktur masih jauh dari kondisi ideal, bahkan cenderung memburuk. Jika dibandingkan dengan Negara-negara lain di dunia, stok infrastruktur Indonesia termasuk yang terendah (38 persen PDB). Lalu, jika dibandingkan dengan masa sebelum krisis ekonomi Asia pada tahun 1997/1998, jumlah stok infrastruktur Indonesia menurun dari 49 persen PDB pada 1995 menjadi 38 persen PDB pada 2012. Stok infrastruktur ini menurun karena investasi infrastrukturnya menurun dalam dua dasa terakhir.
Nah makanyaa, pemerintah Indonesia memberikan perhatian lebih pada pembangunan infrastuktur dari tahun 2015. Selain itu alokasi anggaran infrastrukturnya juga meningkat, dari Rp 154,1 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 256,1 ; Rp 317,1 ; dan Rp 387,3 triliun pada tahun 2015, 2016, dan 2017.  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN tahun 2015-2019 juga menetapkan target yang tinggi untuk infrastruktur.
 

Tiga Jenis Infrastruktur yang difokuskan pada Jangka Menengah

  • Infrastruktur Penyedia Layanan Dasar (infrastruktur air minum dan sanitasi)
  • Infrastruktur Pendukung Sektor Unggulan (tol latu dan listrik 35 megawatt)
  • Infrastruktur Perkotaan ( angkutan massal rel dan jalan).

 
Sampai saat ini, kita ketahui sudah banyak yaa pembangunan infrastruktur yang direalisasikan oleh pemerintah.
 
Semoga semuanya berjalan dengan baik, dan memberikan dampak perekonomian yang menjadi lebih baik untuk seluruh warga Negara Indonesia. Memang ini semua tidak bisa memberikan efek yang terlihat pada waktu singkat, namun saya yakin ini akan menjadi investasi yang baik untuk Indonesia di kemudian hari.
Good luck buat pemerintahan Indonesia!
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.