Health · Parenting

Love Yourself

Love Yourself mulai dikampanyekan oleh beberapa idol, artis, dan influencer muda, sampai mamagram.

Sebetulnya sepenting apa sih mencintai diri sendiri? Ada nggak sih yang kepikiran kayak saya, takut mikir egois? Atau hanya karena saya terlalu overthinking?

Semenjak melahirkan anak pertama, dunia saya hanya untuk si kecil. Apalagi setelah melahirkan anak kedua, ketiga, dan keempat. Rasanya tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan tanpa kehadiran mereka (baca: tidak terpisahkan karena siapa yang mau jaga?)

Sejak anak kedua lahir, saya memiliki pekerjaan tambahan melalui media online, dan saya berhenti ketika punya anak keempat. Saya yang awalnya minder dan pemalu jadi mulai berani bertemu dengan banyak orang termasuk klien-klien besar.

Sampai saya yang dari dulu hanya silent reader di blog pribadi teman-teman (pada zamannya) memutuskan untuk mulai bercerita di blog dengan masih malu-malu. Namun setelah beberapa saat saya menemukan keasyikan tersendiri saat menulis.

Saya membuat diri saya nyaman dengan bercerita kegiatan dengan anak-anak melalui platform wordpress di ndiievania.wordpress.com lalu berkenalan dengan para suhu blogger yang sebelumnya saya sering baca.

Dari mereka saya juga belajar bahwa orangtua, juga boleh mencintai dan mendahulukan dirinya sebelum anak maupun orang lain. Saat itu saya mulai mengikuti komunitas lari, saya mulai senang bisa melakukan hobi dan menemukan teman baru. Biasanya saya lari sendiri di sekitar rumah, atau sekedar di treatmill.

Lalu kemudian saya harus berhenti dan kembali ke mode zen. Di rumah dengan anak-anak. Kembali berpikir bahwa dunia saya hanya diisi dengan mereka. Nope saya bukan tidak bersyukur dan tidak senang dengan krucils. Karena poin saya di tulisan ini, bukan itu. (Oh c’mon I hate when people start judging me like this again).

Long story short, beberapa minggu lalu saya cerita kegalauan saya ke teman. Lalu dia bilang seperti yang ada dipercakapan itu. Dia memang paling bisa menohok saya dengan kata-katanya. Dia juga yang bikin saya nyaman dan bisa mulai dekat dan terbuka sama orang baru.

Hai kamu, aku ss percakapan kita loh. Hahaha..

Lalu saya bilang ke dia kalau β€œpaling tidak, aku dapat insight bahwa aku gapapa mentingin diriku dulu”. Saya lelah marah-marah sama anak, juga capek overthinking. Saya ingin bahagia. Saya ingin kerja profesional tanpa geret-geret anak di saat tertentu. πŸ™‚

Walau sampai detik ini, saya belum punya waktu sendiri dan belum sempat ngobrol sama jiwa. Tapi saya sudah mulai memasukan kegiatan pribadi untuk menyenangkan diri setiap hari. Cukup 5-10 menit, sudah mulai membuat saya bahagia. Teriakan dan omelan di rumah juga sangat-sangat berkurang. Saya bisa bahagia, saya berhak bahagia.

Found this on canva πŸ™‚

Pesan saya buat para orangtua di luar sana, cintai dirimu lebih dulu sebelum kamu memberikan cintamu ke orang lain. Bahagiakan dirimu sesuai dengan apa yang kamu inginkan, kamu tidak egois, kamu tetap sayang anakmu dan keluargamu. Ingat ya, kalian berhak bahagia. Let’s Love Yourself.

  1. Yes, lets love yourself. Sebuah kegalauan yang wajar Mbak..Senang sekali berada di circle positif, ada teman yang mendukung kita, bagus dengan menuliskan ini mbak cindy jadi menginspirasi dan menebarkan dukungan juga buat para ibu lainnya. Semangat kita!

  2. Aku termasuk yang meyakini bahwa ibu yang bahagia akan mampu menyebarkan lebih banyak kebahagiaan di rumah untuk suami dan anak-anaknya

    Me time aku mah udah jelas nonton drama korea kemudian spazzing abis2an tentang oppa di medsos bikin bahagia banget lah. Awalnya banyaaak banget yang nge-judge tapi di-bodoamat-in aja hahaha.

    Kita gak butuh persetujuan atau validasi dari siapa pun untuk melakukan hal-hal yang bisa bikin kita bahagia kok. Sereceh apa pun itu hehe

  3. Menurutku sih mencintai diri sendiri tak sama konsepnya dengan egois. Kalau egois mementingkan diri sendiri. Nah sangat penting untuk mencintai diri sendiri karena ini akan terkait dengan selft worth. Dan orang yang selft woth-nya tinggi biasanya cenderung bahagia

  4. ibu yang bahagia, akan membawa kebahagiaan pula untuk anak dan suaminya mbak, saya percaya itu. Makanya kalau saya sudah mulai uring-uringan ke anak-anak, biasanya suami lalu menengahi menghandle anak-anak. Saya dibiarin aja mau rebahan, tidur beneran, atau main game. Pokoknya melakukan aktivitas tanpa “gangguan” anak-anak. Nggak lama, pikiran tenang, badan terasa lebih enak, balik lagi deh ngurusi anak

  5. buat saya mencintai diri sendiri itu wajib hukumnya. Seringkali kita semangat untuk ‘menghukum’ diri sendiri dan menyalahkan diri atas berbagai hal dalam hidup yang kerpa berada di luar kendali. Yang penting tidak berlebihan pastinya

  6. Bener banget, untuk bisa total mencintai orang lain, terlebih dahulu kita harus mencintai diri sendiri, merasa nyaman dan bahgia dengan segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Setelah itu, baru deh bisa mencintai anak-anak dan keluarga.. πŸ™‚

  7. Iya, strong mom mencintai dirinya. Dengan begitu ia lebih wise dalam menghadapi tingkah anak yang beraneka rupa.
    ok sayangi diri kita, Mom

  8. ah iya lho mbak, love yourself ini penting buat dikampanyekan..
    sebelum mencintai orang lain, pastikan kita sudah mencintai diri kita sendiri ya mbak

  9. Menurut aku memang kita harus mencintai diri sendiri dulu karena mencintai diri sendiri itu kita bisa berbagi ke orang

  10. Sepaham Mbak, cintai diri sendiri (dulu) itu pentiing banget. Secara gimana kita bisa mencintai orang-orang di sekitar kita atau orang lain di luaran sana jika sama diri sendiri saja belum aware.

  11. Terkadang hal sesimple ini aku suka abai, melihat diri sendiri kok kurang terus, gak sempurna terus, padahal kita perlu banget mencintai diri sendiri ya, terima kekurangan kita, sehingga kita bisa memberikan cinta kita pada oranglain.

  12. Banyak ibu yang mengorbankan kepentingan diri sendiri demi anak dan keluarga. Takut dianggap egois kalau sesekali melakukan sesuatu yang baik menurut dirinya. Padahal egois dan self-love beda. Dan nggak papa banget kalau kita menyayangi diri sendiri.

  13. Saya di rumah, kalau tali sabarnya sudah pendek, suka me time sejenak, gak usah jauh jauh, cukup jalan kaki hirup udara selain di rumah atau jajan ke minimarket hihi
    Yup kita harus mencintai diri kita, kadang kita melupakannya

  14. Semangat ibu beranak banyak. Bentar lagi kudu siap2 ya adeknya hadir bumil*eh *kabur

    Saling menyemangati yuk makkk. Jadi kita adil mencintai baik keluarga, anak2 dan diri sendiri juga :*

    Kecup dari jauhh

  15. Wah bagus mbak quotenya.
    Btw aku justru taunya mbak Cindy di platform TUM, tapi aku tu silent reader di sana πŸ˜€
    Iya nih belakangan aku jg kyk lelah gtu sementara kanan kiriku dah melesat larinya, aku kyk gini2 aja, sampai akhirnya yawda lbh memperbanyak kegiatan di dunia nyata khususnya ngurus anak2, walau lelah tapi emang itu dah sesuatu yang kudu dikerjakan krn kalau bayangin anak2 dah gede dan gak di rumah lg misalnya krn sekolah dll pastinya kita bakal rindu momen2 kyk skrng ya #ntms

  16. Aku kadang ya ngerasa overthinking gitu deh Mbak. Apa gak egois kalau aku terlalu mencintai diri sendiri?
    Eh tapi kalau gak keterlaluan dan tetep kasih perhatian ke anak dan suami, ya gak masalah kan yaa..
    Iyes, kita berhak bahagia πŸ™‚

  17. setuju banget, kalau kita sudah love yourself, merasa bahagia maka kebahagiaan akan menular ke keluarga

    padahal dulu saya selalu merasa bersalah kalo menggunakan waktu untuk kepentingan pribadi

  18. Yups, let’s love yourself. Karena ibu yang bahagia akan menentukan kebahagiaan keluarganya juga. Nggak kebayang kal seorang ibu stress atau tertekan, pastinya nggak akan maksimal mengasuh dan menjaga keharmonisan keluarga. Si, mencintai diri kita bukan hal egois, tapi wajib demi suasana sekitar yg lebih kondusif.

  19. Dulu masih idealis sih. Sekarang jadi lebih mencintai diri sendiri ajaa. Ngga sempet nyuci ya bawa ke laundry. Yg penting tetep waras aja ya mba hehe

  20. benar sekali ya mbak
    sangat penting bagi kita untuk bisa mencintai diri sendiri
    klo kita bisa mencintai diri sendiri, pasti bisa mencintai orang lain juga

  21. kalau diingat-ingat sepertinya setelah kelahiran anak kedua ini saya mulai menerapkan self love, makanya bisa lebih kalem mengatasi anak-anak kalau rewel.

  22. Happy mom, happy family pokoknya hahaha. Memberi yang terbaik untuk keluarga jangan sampai menyiksa diri sendiri. Tetapi, tetap haru bujak juga. Jangan sampai jatuhnya jadi egois karena mendahulukan kebahagiaan sendiri

  23. Anak itu penting, tapi mencintai diri sendiri dulu, jauh lebih penting. Jadi ingat, lupa di mana dapatnya. Cerita tentang jika ada kecelakaan, siapa yang dipilih pakai pelampung, anak atau Ibu? Nah, Ibu bijak akan pilih buat dirinya, bukan anak

    Why? Ya karena dengan dia selamat, dia juga bisa bawa anaknya. Jadi, yuk ambil waktu buat bahagiain diri sendiri

  24. saya pernah denger juga dari motivator, siapa 3 orang yang paling dicintai di dunia? maka kita bisa menyebutkan 2 orang yang paling kita cintai. Dan terakhir ingat 1 orang yang harus dicintai juga ada nama kita masing-masing: diri kita sendiri ^^

  25. Peluuuk Cindy,
    saya juga termasuk orang yang emosional, pelahan pelahan memang mengubah semua

    jadi ibu adalah peran terhebat di dunia, enjoy it, Cindy, tau tau mereka dewasa dan kita kehilangan pelukan mereka, tawa mereka …. love love

  26. Aku sih setuju banget dengan pendapatmu, Cindy. Harus kitanya dulu yang bahagia, baru kita bisa menularkan ke anak-anak dan keluarga. Iya sih kadang ada kata-kata bijak : yang penting keluarga bahagia. Nah, keluarga itu kan termasuk diri kita juga toh. So, gapapa kok mencari kebahagiaan untuk diri kita sendiri dulu, tentunya formula dan caranya gimana agar keluarga tidak ditinggalkan, hanya kita yang tau jawabannya.

  27. Iya nih mbak katanya sebelum mencintai orang lain harus bisa mencitai & menghargai diri sendiri dulu. Buat diri sendiri bahagia supaya kita bisa membahagiakan keluarga juga.
    Sama-sama belajar ya mbak kita

  28. Mencintai diri sendiri itu harus, bukan perlu. Suka sebel sama orang2 bahkan sesama perempuan atau ibu yang anggap kalau kita punya me time itu egois. Padahal kita juga berhak bahagia, memiliki waktu sendirian misalnya, jalan2 sendirian sekadar beli apa gitu dll melakukan kesenangan bermanfaat. Suami dan anak2 wajib kasih support nih.

  29. banyak dari kita adalah bertarung dengan ekspektasi yang kita ciptakan sendiri. Dulu aku gitu, tapi sudah 3-4 tahun ini, aku lebih mencintai apa yang membuat aku bahagia daripada mengutamakan sebuah pencapaian. Semangat mba cindy ^^

  30. Saya sangat merasakan kondisi seperti itu. Saya pernah mengalaminya. Terpuruk. Bahkan jika saya mau mengingat semuanya, mungkin sampai sekarang saya masih merasakan sakitnya. Tapi yaitu tadi, saya keburu sayang dengan diri saya. Saya bangkit, demi diri saya sendiri…

  31. setuju banget Cindy, apalagi ibu adalah cahaya keluarga

    kalau ibu nggak happy, nangis melulu atau marah marah melulu

    kebayang kan apa yang terjadi pada anak anak kita?

  32. Self love itu memang penting banget karena sebelum kita menghargai dan mencintai orang lain kita harus menghargai dan mencintai diri sendiri dulu

  33. yes mbaa.. saya pernah ikut kelas di udemy tentang happy parents before happy kids gitu, memang yang pertama itu ortu harus udah “beres” dulu sama kebahagiaannya dan kebutuhannya setiap hari, biar ga gampang uring2an sama anak

  34. MashaAllah. Senang banget dengan paragraf terakhir. Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain. Maknanya dalam banget itu. Dan ternyata memang benar loh. Karena dengan mencintai diri sendiri, hati, jiwa dan pemikiran kita akan tumbuh stabil dan bahagia. Jika sudah dalam kondisi begini, apapun yang akan kita lakukan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain (termasuk diantaranya keluarga) akan menerima percikan kebahagiaannya.

  35. Kalo mamagram, aku paling suka dapat motivasi dari Mba Meira Anastasia, istrinya Koh Ernest Prakasa. Hehehe. Seru aja baca #AksaraMeira di sana. Soal insecure, soal kehidupan sebagai pasangan suami istri, juga sebagai ibu. Memang benar, seorang wanita, ibu, tidak akan bisa mencinta yang lain sebelum mencintai dirinya sendiri.

  36. Bahagiakan diri sendiri lebih dulu agar mudah berbahagia bersama orang tersayang. Sebab memang benar begitu, gimana mau menghargai orang lain, kalau sama diri sendiri masih aneh ya

  37. mencintai diri sendiri itu penting ya mbak
    kita akan dicintai dan bisa mencintai orang lain setelah kita bisa mencintai diri sendiri dulu

  38. Terakhir belakangan ini memang tengah banyak yang menggaungkan love your self
    Mencintai diri sendiri
    Karena ditengah keadaan seperti sekarang tidak sedikit org mengalami krisis kepercayaan diri yang berujung dan berpengaruh pada kestabilan psikis

  39. Sukar rasanya untuk menerima dan mencintai diri sendiri. Taoi itulah kunci agar kita bisa mencintai dan dicintai orwng sekitar… Ya kan hehe

Leave a Reply