Health

Apa Itu Penyakit Kusta? Yuk, Pahami Agar Terhindar Dari Hoax!

Kusta adalah penyakit infeksi, diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang konon telah ditemukan sejak 300 SM. Penyakit kusta bukan kutukan, dan penyakit kusta dapat disembuhkan!

Teman-teman pasti sering mendengar mengenai berita yang tidak benar alias hoax. Hoax kesehatan yang paling sering beredar salah satunya adalah tentang penyakit kusta. Banyak penderita kusta disebut terkena kutukan, tidak bersih, harus dijauhi, dan tidak akan bisa sembuh.

Tahukah kalian? Jika sering membahas hoax tersebut, maka lama-kelamaan akan menjadi stigma masyarakat. Sehingga penderita kusta dan orang yang pernah menderita kusta atau “OYPMK” akan merasa malu dan tidak ingin menunjukkan dirinya di masyarakat.

Saya senang sekali karena bisa mendapat undangan dari Komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis atau IIDN untuk dapat menyimak Talkshow Ruang Publik KBR – Gaung Kusta di Udara dengan narasumber dr. Febrina Sugianto (Junior Technical Advisor NLR Indonesia) dan Malika (Manager Program & Podcast KBR) pada tanggal 13 September 2021 lalu.

Youtube Ruang Publik KBR

Saya sebagai blogger ingin juga memberi informasi pengetahuan tentang isu-isu yang terjadi di dunia kesehatan untuk masyarakat luas. Hal ini bisa kita lakukan bersama untuk memberikan pengetahuan baru untuk teman-teman, sehingga diharapkan dapat tersebar dan membantu menghilangkan hoax.

Jenis Kusta

Dibedakan menjadi 2 yaitu Pausi Basiler atau PB dan Multi Basiler atau MB. Apa yang membedakan 2 jenis tersebut ada di banyaknya kuman, lesi, dan kering atau basah.

Pausi Basiler

adalah kusta kering yang memiliki lesi atau bercak di kulit dengan jumlah 1-5 karena kuman/bakteri yang sedikit. Ada pula yang membentuk hiperpigmentasi sehingga warna kulit terlihat lebih terang dan mati rasa, juga lokasinya asimetris (bisa di punggung, telinga, lutut, atau di tubuh sebelah kanan saja). Mengganggu satu fungsi syaraf saja, contoh hanya di kaki kiri.

Multi Basiler

adalah jenis kusta basah yang memiliki jumlah lesi lebih dari 5, karena kuman/bakterinya lebih banyak. Bentuknya bisa simetris dan menyebar merata di seluruh tubuh, dan mati rasa. Fungsi syaraf pun bisa terganggu merata, contohnya kaki kanan dan kiri.

Ternyata menurut dr. Febrina Sugianto untuk kasus di Indonesia ini lebih banyak jenis kusta basah alias Multi Basiler.

pic from alodokter

Gejala Kusta

Tidak tampak jelas di awal, bahkan dalam beberapa kasus ada yangterlihat setelah bakteri kusta berkembang biak di tubuh penderita setelah 20-30 tahun.

Namun gejala kusta yang bisa dilihat adalah: kehilangan alis/bulu mata, otot kaki/tangan melemah, mati rasa di kulit, muncul lesi berwarna terang, pembesaran saraf di siku/lutut, mata kering, mimisan, dan lain sebagainya.

Kusta bisa sembuh. Kusta tidak sembarang menular.

Jika ada yang menderita penyakit kusta, mau itu diri sendiri, keluarga, teman, tetangga, atau orang lain, tolong agar tidak dikucilkan dan dihina. Karena kusta bukan penyakit kutukan, dan tidak akan menular dengan tiba-tiba, juga kusta bisa disembuhkan.

Penyakit Kusta tidak akan menular jika saat gejala awat terlihat, segera datang ke puskesmas terdekat atau rumah sakit untuk diperiksa dan diobati. Jika sudah menerima obat dan meminumnya, maka penularan bisa dicegah (begitu pula jika tinggal serumah, maka hal tersebut aman).

Penyakit Kusta bisa disembuhkan jika penderita mau dan rutin untuk mengonsumsi obat juga rajin periksa. Memang tidak instan, ada jangka waktu yang harus dilalui dulu sampai benar-benar sembuh. Penderita kusta akan diberi kombinasi beberapa jenis antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta yang diderita.

Jangan sampai putus mengonsumsi obatnya ya, jika ada bolong 2 bulan, maka harus melakukan pengobatan dari 0 lagi. Hal tersebut jadi memakan waktu, biaya, serta capek yang berulang kali. Maka diharapkan teman-teman penderita penyakit kusta harus mau rutin mengonsumsi obat.

Namun bila ada efek samping dari suatu obat yang diminum, bisa langsung konsultasi lagi dengan dokter, jadi jangan sampai memutuskan untuk berhenti obat tertentu dengan sendirinya apalagi tak melanjutkan obatnya sama sekali.

Pencegahan Kusta saat ini belum ditemukan caranya kecuali mendeteksi adanya bakteri kusta pada diri. Jika memang terkena penyakit kusta langsung cek dokter dan putuskan penularannya dengan konsumsi obat. Teman-teman juga bisa menjauhi hewan Armadillo yang bisa membawa bakteri kusta pada manusia.

Penting Diingat!

Agar teman-teman penderita penyakit kusta dapat beraktivitas seperti biasa, bekerja, dan melakukan pemeriksaan kesehatan dengan aman dan nyaman, tolong dengan sangat agar teman-teman kita ini dihibur dan juga kita bisa berikan suatu dukungan agar mereka rajin berobat dan tak patah semangat menjalani hidupnya.

laughing friends having fun on picnic
Photo by Ashford Marx on Pexels.com

Bagaimana Menghilangkan Stigma Masyarakat mengenai Penyakit Kusta?

Media dapat membantu dalam memberikan informasi yang benar agar stigma masyarakat tentang penyakit kusta dapat dihilangkan. Malika selaku mengatakan KBR sendiri melakukan kolaborasi dengan NLR untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyakit kusta. KBR memang sering kali membuat podcast menarik untuk informasi kepada masyarakat mengenai disabilitas.

Pentingnya Meningkatkan Literasi Masyarakat.

Masyarakat dan banyak pihak harus mendukung proram NLR Indonesia dalam menangani kusta dalam menghentikan transmisi, mencegah kecacatan, dan menurunkan stigma. Diharapkan agar kedepannya Indonesia bisa bebas dari penyakit kusta.

resources: Kusta – Gejala, penyebab dan mengobati – Alodokter

One thought on “Apa Itu Penyakit Kusta? Yuk, Pahami Agar Terhindar Dari Hoax!

Leave a Reply

Your email address will not be published.