Parenting

Mengajarkan Anak untuk Mencintai Lingkungan

Tak sedikit orang tua menginginkan anaknya dekat dengan alam. Karena anak-anak masih butuh berpetualang sekaligus eksplorasi juga sambil belajar. 

Kegiatan di luar ruangan terutama yang dekat dengan alam bisa memenuhi tiga hal di atas. Anak menyukai hal-hal yang memancing adrenalin, misterius, dan tentunya yang menyenangkan. 

7 CARA MUDAH AJAK ANAK PEDULI SAMPAH PLASTIK

Kita bisa luangkan waktu untuk anak-anak eksplorasi di alam bebas secara rutin. Halaman belakang, kompleks rumah, taman, gunung, atau pantai bisa menjadi lokasi yang menarik untuk bermain, berpetualang, dan belajar. 

Jika ingin membuat anak mencintai lingkungan, ada beberapa hal yang bisa kita tanamkan kepada anak sedari dini. Semudah membuang sampah di tempatnya 🙂 Namun ada hal lain yang bisa diberitahukan kepada anak loh terkait dengan sampah, apa saja ya?

  • Mengurangi jajan dengan tempat plastik.
  • Membeli mainan dengan bahan minim plastik.
  • Membuat mainan sendiri, seperti slime, dough, mainan dari kardus bekas, dan lainnya.
  • Mengajak anak untuk menyapu halaman rumah atau memungut sampah dan memasukkannya ke dalam tong.

Jika memutuskan untuk bepergian ke alam bebas, ada baiknya membawa bekal dari rumah dan menggunakan peralatan makan yg dapat dicuci kembali. Hal tersebut akan membantu mengurangi sampah yang ada di area kedatangan.

Ajak anak mencari lokasi bank sampah terdekat untuk memasukkan sampah-sampah plastik yang telah dikumpulkan. Anak itu pembelajar yang sangat cepat tanggap loh, makanya bisa banget diajarkan tentang pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik.

Kepedulian anak-anak terhadap Bumi yang ditinggalinya juga perlu diasah. Karena kita hidup di Bumi ini pengennya dalam jangka waktu yang panjang dan tentunya dengan menghirup udara segar juga pemandangan alam yang indah bukan?

Kegiatan untuk anak saat di rumah:

kita bisa memberikan anak-anak permainan besar seperti play gym yang menyenangkan untuk membantu mereka menyalurkan energinya. Contohnya mainan besarnya adalah pikler, brakiasi, papan titian, hula hoop, lompat tali, dan lain-lain.

Hampir semua jenis permainan di atas terbuat dari kayu, selain itu ada pula yang terbuat dari bambu dan juga tali. Dengan begitu, maka mainan yang digunakan akan lebih awet, tak mudah rusak sehingga tidak cepat dibuang. Karena sesungguhnya ada banyak sekali sampah dari mainan plastik 🙁

Memang untuk harga, biasanya untuk kayu akan lebih mahal, namun melihat jangka waktu yang dapat digunakan sejak anak kecil sampai besar sih rasanya worth every penny ya.

Permainan lainnya yang menyenangkan dan bisa menguras energi anak tak harus menggunakan mainan besar, kita dapat mengajak anak untuk berkreasi dengan cat air, krayon, slime, pasir, dough, dan masih banyak lagi. 

Saat anak berkreasi, kita orang tua tak perlu takut dengan kotor. Karena berani kotor itu baik! Pakaian kotor bisa dicuci, tapi kesenangan dan pengalaman baru anak-anak tak bisa digantikan dengan apapun bukan? 🙂

7 CARA MUDAH AJAK ANAK PEDULI SAMPAH PLASTIK

Bagusnya nih dari kedua macam kategori permainan di atas, semuanya dapat membantu perkembangan motorik anak loh, yaitu motorik halus dan motorik kasar. 

Ingin anak bisa bebas berimajinasi dan melatih kosakatanya? Berikan mainan yang dapat membantu mereka untuk bermain peran, seperti kostum karakter favoritnya, peralatan memasak, alat kedokteran, alat bengkel yang semuanya ada dalam bentuk kayu kecil, dengan cat yang aman untuk anak juga tidak tajam.

Nah beberapa hal tersebut akan dibutuhkan secara seimbang jika anak akan masuk sekolah maupun di usia sekolah loh parents! Saat di sekolah ada pelajaran melipat atau menggunting, anak sudah terlatih di motorik halus. 

Saat harus melakukan lompatan tinggi, memanjat, atau bergelantung di monkey bar sekolah, anak sudah kuat motorik kasarnya. Lalu bagaimana untuk mencari teman? Tenang saja, percayakan kehebatan komunikasi antar anak-anak.

Namun tetap harus dilatih lagi dengan sering mengajak anak bicara dan bermain peran di rumah yaa parents!

Asyik ya jadi anak-anak, cukup bermain dan berpetualang, semuanya bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan jika kita orang tua bisa menemani dan membimbing dengan baik.

  1. B seneng banget kalo main di luar. Karena lebih sering main di dalam ruangan.. Banyak belajar dari main sih bener, Karena tau-tau udah bisa melakukan aktivitas baru yang sebelumnya belum pernah diajarin

  2. Kalau anakku main yang agak kotor sebenarnya aku rada stres sih. Kebayang nyucinya itu lho males. Tp pas dia udah gedean gini kalau main yang kotor kusuruh dia nyuci baju sendiri. hhahaha.. Mamaknya malas emang. Untung Narend senang main air, jadi dia menikmati kalau disuruh nyuci baju sendiri.

  3. Mencintai lingkungan adalah hal baik yang harus diajarkan semenjak dini ya mbak
    caranya juga mudah, cukup dengan bermain bersama
    bermain adalah sarana belajar bagi anak anak

  4. Kata peribahasa, alah bisa karena terbiasa. Menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada anak sejak dini, hasilnya sudah bisa diprediksi. Mereka akan tumbuh jadi orang dewasa yang memperhatikan kesejahtaraan alam dan lingkungan di sekitarnya.

    Jika Indonesia punya 70% saja populasi yang peduli lingkungan, Insyaallah takan ada ya masalah pencemaran, penebangan hutan sembarangan, banjir, asap dan sebagainya nanti. Mari kita berharap dan menyiapkan anak-anak kita. Semoga bumi terus lestari

  5. Memang menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah dan dari hal kecil dulu sampai akhirnya terbiasa yah. Anak-anak juga harus diajarkan sejak dini dan diingatkan terus menerus supaya akhirnya makin terbiasa yah

    Semoga bumi kita tetap lestari yaaah

  6. Yes..mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan penting banget..karena mereka akan menerapkannya sampai dewasa kan.. Smeoga makin banyak nih yang begini ke anak2nya..

  7. Anak-anak perlu banget diajak mencintai lingkungan sedini mungkin. Karena kelak mereka yang akan merasakan. Kasihan kalau membayangkan di masa depan, bumi semakin sakit

  8. ah keren ini, sudah melatih anak mencintai lingkungan sejak dini. menggolongkan sampah dan memasukan ke bank sampah, mengurangi sampah, reduce-reuse-recycle 3R harus dibiasakan dari kecil ya, agar jadi habit yang baik sampai dewasa nanti.

  9. Seru banget sih permainannya, walaupun di rumah saja bisa tetap happy dan kemampuan motorik serta yang lainnya bisa tetap diasah oleh Bunda yaa…semoga bisa segera main bareng teman-teman nanti yaaa…

  10. Ponakan ku di rumah sekali banget ngumpulin kardus bekas, makanya aku kalau kotak bekas paket nggak pernah dibuang tapi dikumpulin karena ponakan suka guntiing-gunting kardus sendiri dibuat mainan dan kadang bikin komik dari kardus. Kreatif banget ponkanku lebih kreatif dari emaknya haha

  11. Kudu banget ya mba ngajarin anak buat cinta sm bumi ini. Dr hal kecil dulu deh.. Ngurangin jajan plastik. Yg jg msh jd peer buat aku. Heu.

    Yg psti udh hrs melek sm pemisahan sampah organik n non organik ya. Sm belajar reuse sedikit2

  12. Iya mbak, masa kanak-kanak itu masa yang menyenangkan ya. Beruntung saya juga masih dikaruniai anak usia 4 tahun, jadi berasa muda terus karena setiap hari banyak aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan anak balita. Bermain dan belajar bisa dilakukan sekaligus karena memang itulah cara si balita belajar yaa.

  13. Bener loh, ngajarin anak-anak itu sebenarnya gampang, cuma butuh konsistensi dan contoh yg sesuai, ga bisa juga kita cuma ngomong doang, mereka harus lihat & merasakan sendiri ya

  14. Emang penting bgt ngajarin anak peduli lingkungan, terutama buang sampai jangan sembarangan, kelihatan sepele tapi kalau keterusan ya jadi kebiasaan sampai besar. Dulu tuh pas TK, kalau di jalan makan dan ggada tempat sampai, Juna tuh selalu bawa pulang sampahnya, eh lihat temennya buang sampai sembarangan jadi ikut2an…

    Kalau soal main, kadang sih aku ngebolehin main kotor2an, kadang ya enggak… Juna sukanya manjat2 pohon talok di samping rumah

  15. Mengajari anak mencintai lingkungan sejak dini sangat penting ya mbak, karena bagaimanapun kelak kita akan mewariskan bumi ini kepada mereka.
    Sekarang aja bumi udah sakit, jangan sampai di masa mendatang lbh buruk lagi.
    Maka tugas kita memberikan edukasi ke anak utk jaga lingkungan supaya bumi gak makin rusak malah kalau bisa healing makin jd lbh baik aamiin

  16. Wah aku jadi ada ide nih mbak untuk permainan anak besok. Mereka sekarang lagi memanfaatkan kardus bekas sih. Dipakai buat ngecat. Aku yang banyak di rumah sampah kertas hasil digambar anak2 ku. Bingung mau dikemanain. Dikulak aja pa ya?

  17. Aku sedang belajar menerapkan hal. Ini kepada anak di rumah emang butuh keteladanan, disiplin dan terus diingatkan.. tapi semoga mereka makin lama menjadi kan hal ini sebagai karakter mereka nantinya

  18. Untuk mendidik anak, tentu harus mendidik diri sendiri terlebih dahulu.
    Aku malu banget nih…kalau sama sampah masih maju selangkah mundur dua langkah.
    Harapannya, meskipun langkahnya kecil, tapi konsisten maju ke depan, mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan.

  19. Mengajarkan anak cinta lingkungan bisa mulai dilakukan dengan cara yang simpel ya mb, mulai dari mengajarkan buang sampah pada tempatnya, dan membiasakan membawa tempat dan bekal sendiri. Makasih tipsnya mbak…

  20. Ku masih tak terpikir. Dulu merasa dah paling cinta bumi skrg sedih kurang gregetnya huhu. Tapi paling tidak memang harus ajarin anak mndiri dan sayang sama bumi.ibu hebaaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.