Do It Yourself · Parenting

Menumbuhkan Sense of Art Anak bersama Faber-Castell

Menumbuhkan Sense of art Anak bersama Faber-Castell – Pandemi sudah berlangsung lebih dari satu tahun lamanya. Anak-anak mulai akrab dengan gawainya masing-masing setelah mengikuti kelas online. Hari demi hari mereka lewati dengan cara yang berbeda, tak ada lagi main bersama teman di sore hari, tak ada ngobrol asyik saat istirahat sekolah. 

Saya kira, stress saat pandemi hanya dirasakan oleh orang dewasa saja. Namun ternyata saya salah. Anak-anak asyik dengan gawai karena teman-teman mereka ada di sana, hiburan mereka ada di benda tersebut, saat orangtua sibuk dengan pekerjaan maupun dengan masalahnya sendiri.

Ajak Anak Beraktivitas

Sejujurnya saya hanya rajin mengajak anak-anak beraktivitas luar ruangan saat awal-awal pandemi. Setelahnya saya merasa tidak sanggup dan menyerah dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, belum lagi harus mengajarkan 3 anak belajar sambil menemani adiknya bermain. 

Ya, saya merasa tidak waras saat itu. Namun hal ini cepat saya sadari. Pelan-pelan saya ajak anak-anak untuk berolahraga di halaman rumah, kami juga melakukan kegiatan yang menguras energi juga mengasah kemampuan otak. 

Hal tersebut semata-mata saya lakukan untuk menjauhkan diri dari gawai, begitu pula untuk anak-anak. Sebelumnya hubungan antar ibu dan anak agak terasa renggang karena ribut masalah gawai dan tugas sekolah yang tak kunjung selesai.

Tapi setelah rutin melakukan kegiatan luar ruang dan melakukan aktivitas yang mengasah otak, maka kami mulai merasakan kehangatan dalam keluarga lagi.

Membaca Buku dan Menceritakan Kembali

Semenjak pandemi, anak-anak sangat mengalami kemunduran di aktivitas ini, sangat disayangkan sebenarnya. Padahal buku adalah jendela ilmu dan dengan rajin membaca, maka kita akan lebih mudah memahami suatu bacaan entah itu soal pertanyaan di sekolah, maupun komunikasi dengan orang lain.

Satu tahun pertama pembelajaran daring, anak-anak punya banyak sekali tugas yang harus dikerjakan, begitu pula dengan catatannya. Tak ada zoom maupun google meeting yang dilakukan, sehingga waktunya tak cukup untuk melakukan aktivitas lain.

Hal ini pula yang membuat saya senewen tentang pelajaran anak dan juga waktu main mereka menjadi tak terjadwal.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak mulai saya dongengkan kembali. Berharap hal tersebut menjadi aktivitas yang mereka tunggu dan mudah meninggalkan layar 1-2 jam sebelum tidur. 

Beruntung dua anak saya sudah menunjukkan ketertarikannya kembali pada buku bacaan dan mampu memahami isi begitu pula dengan menceritakannya lagi.

Si bungsu yang paling susah untuk berhenti membaca, namun ini adalah hal baik yang harus saya jaga sampai kapanpun. Tinggal menunggu waktu agar dua anak pra-remaja saya siap untuk memilih buku-buku favoritnya lagi.


Menumbuhkan Sense of Art Anak dengan Faber-Castell

Anak pertama dan ketiga saya sangat menyukai kegiatan gambar dan mewarnai, jadi ini adalah aktivitas yang menyenangkan untuk mereka. Beberapa kali saya mengajak anak-anak untuk bermain dengan warna. Saya menyiapkan cat air dan selembar kertas besar yang diletakkan di lantai, sehingga mereka bisa bebas berkreasi.

Beberapa saat kemudian saya ajak mereka bermain dengan warna lagi, kali ini saya menentukan tema. Biasanya saya memberikan tema yang mudah seperti alam bebas, binatang, atau perkotaan, setelah selesai maka mereka bisa menceritakan apa yang dibuatnya sambil dipakai bermain dengan figurin dan die cast.

Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital

Pada 25 September 2021 lalu, saya mengikuti webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell dengan tema “Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital?” Saya menyukai setiap materi yang diceritakan oleh Mbak Yohana Theresia selaku Psikolog.

Hampir semua yang disebutkan dalam materinya mengenai dampak pandemi covid untuk anak mengena di keluarga kami, seperti masalah atensi dan konsentrasi anak, masalah perilaku, dan kualitas kelekatan orangtua – anak menjadi buruk.

Selain itu Mbak Yohana juga mengungkapkan bahwa ada pula yang terkena masalah kesehatan fisik, terlambat bicara, masalah pada executive function nya.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Sadarkah orangtua kalau ruang gerak anak menjadi terbatas dengan adanya pandemi? Anak juga menjadi sulit mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan semestinya.

Orangtua tak bisa berada untuk anak secara penuh karena pasti juga sibuk dengan masalahnya sendiri, sehingga akan banyak yang missed dengan hal ini.

Pandemi sungguh membuat orang dewasa dan anak-anak memiliki kondisi psikologi yang tidak stabil. Sayangnya masih banyak yang mengira kalau anak tidak dapat merasakan hal tersebut.

Dengan mengasah kreativitas anak dan keluarga, harapannya adalah supaya bonding antar keluarga menjadi erat dan hangat kembali. Selain itu kreativitas juga akan membuat kita berani berpikir out of the box, berani mengambil risiko, bisa memaknai masalah dengan cara yang berbeda.

Menjadi Orang Kreatif

Orang-orang yang kreatif ini biasanya lebih menghargai proses belajar, jadi ia akan menikmati step-by-stepnya. Dengan mengasah kemampuan untuk menjadi kreatif, maka kita orangtua bisa memberikan ruang gerak yang leluasa bagi anak berkreasi dengan imajinasinya sendiri.

Kita diajarkan untuk bisa selalu mengapresiasi setiap hal berbeda yang dilakukan dan dikerjakan oleh anak. Ingat untuk berikan ruang khusus bagi anak untuk bereksperimen dan bereksplorasi ya.

Saya biasanya membiarkan anak untuk eksplorasi di halaman belakang dan membiarkannya melakukan hal yang mereka inginkan tanpa saya “dikte”.

Yang paling terasa hasilnya saat memberikan ruang dan rasa percaya kepada anak adalah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya akan kemampuan dirinya.

Mereka merasa dihargai oleh orangtua, dan mereka jadi bisa mengetahui jika beberapa hal yang diusahakan dengan benar-benar pasti akan ada hasil yang mereka sendiri akan takjub. 

Menghias Jam Dinding bersama Faber-Castell

Anak-anak sangat antusias saat akan melakukan kegiatan menghias jam dinding bersama Faber-Castell. Keempat anak siap dengan tugasnya masing-masing, mulai dari mengecat, menggunting, menempel, dan menghias. Sungguh kompak dan seru saat mereka melakukan hal tersebut.

Memang hasilnya tidak begitu rapi, namun hey ini adalah art, semua bebas berkarya dengan hasil yang berbeda-beda bukan? Saya menghargai proses yang mereka lakukan bersama-sama dengan sabar dan semangat yang luar biasa karena ingin jam tersebut dipasang di kamarnya.

Jika teman-teman ingin membuat creative art series yang sama atau kreasi lain bersama Faber-Castell, bisa langsung mengunjungi website atau melakukan pembelian di e-commerce yang ada di Shopee atau Tokopedia ini yaa..

Teman-teman ada cerita menarik tentang anak-anaknya di era pandemi ini kah? Share dong 🙂

  1. Susah banget ngajarin anak buat fokus belajar online. Hahahaha.. Ini tapi seru sih, ada bikin balon mobil dan basket sukaan B.. Bisa dibeli juga buat kegiatan nih, tadi udah klik web nya liat-liat variannya banyak banget

  2. Dunia anak adalah dunia warna. Biasanya yang cerah-cerah. Alih-alih bermain dengan gawai, mengajak mereka menengok kembali buku gambar dan pensil warna, bisa sedikit keluar dari rasa bosan ya Mbak. Ditambah lagi rasa seni mereka semakin terasah, dan kreativitas juga semakin berwarna

  3. Syukurlah anak jaman sekarang kalau masih tertarik dengan buku bacaan harus dipertahankan ya mbak. Untuk mengasah kreativitasnya kita juga perlu soft skill. Untungnya Faber Castle punya set art edukasi kaya gini ya

  4. Suka banget aku bisa ikutan acara ini juga..gak kerasa 3 jam an ya… keasikan ngerjain creative art series.. Pengen cobain seri lainnya nih..biar makin kreatif.

  5. Yang saya kagumi dari orang-orang kreatif itu mereka seperti bisa beradaptasi dengan kondisi apapun. Di saat pandemi yang banyak pembatasan, mereka membuat hal-hal kreatif. Beraktivitas menggunakan Faber Castell kelihatannya bisa menstimulasi anak untuk menjadi kreatif

  6. Waktu bermain anak-anak kadang buat maen sepeda dan main bola selebihnya mengerjakan tugas . Kadang bikin juga DIY bersama anak2 biar menambah kedekatan dengan anak-anak.

  7. Sama mbak, saya pun awalnya punya pikiran begitu. Kayaknya yang kena dampak pandemi cuma orang dewasa aja, emak bapaknya. Ternyata anak-anak juga sebenernya mereka stress juga ya di rumah terus. Harus ada kegiatan yang menyenangkan dan menghilangkan bosan selama di rumah saja.

    Bagus ini DIY set dari Fabel Castell, bisa dibuat bersama-sama. Jadi pengen sediakan juga buat anak-anak saya mbak. Makasih rekomendasi kegiatannya mbak.

  8. Keren ya creative art series dari Faber Castell ini. Selain untuk menghabiskan waktu biar gak bosen di rumah aja, juga melatih kreativitas anak. Produknya juga keren-keren. Anak-anakku suka deh dengan glowing in the dark clock-nya. Dan kepengen beli produk yang lainnya.

  9. Kompak sekali ya mba melakukan kegiatan berkreasi menghiasi jam dinding. Ini yang kadang orang nggak ngeh kalau ini juga kegiatan bersama yang harus dilakukan anak-anak. Fabel Castel selalu membuat anak berkreasi ya mba

  10. Betul banget, pandemi bikin tuang gerak anak terbatas. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya dengan mewarnai dan menggambar pakai Faber Castell

  11. Bener banget mbak aku juga pandemi lumayan stres karena banyak tugas sekolah anak. Plus harus mendampingi skolah online mereka. Sampai anak keduaku kucutikan dari paud nya. Dan anak pertama nyaris kucutikan dari SD nya, tp ga jadi. Aku kemarin juga ikutan acara Faber Castell dan seru banget

  12. Sudah lama ngincer produk Faber Castel varian art series begini. Apalagi sekitar sebulan lagi kan masuk liburan semester nih. Pastinya butuh peralatan begini agar anak-anak betah berkreasi di rumah. Saya mau hunting produknya juga deh.

  13. Bener banget, ga cuma orang dewasa yang stress saat pandemi. Anak-anak pun kerasa banget karena mereka kan kodratnya bermain dan bersosialisasi yaaa…
    Bagus nih kalau ada aktivitas memunculkan kreativitas seperti ini. Anak jadi bisa konsentrasi kepada hal yang bermanfaat untuk proses munculnya daya kreatif mereka masing-masing.

  14. Sense of art ini memang gak bisa hanya mengandalkan genetik yaa..
    Kudu dilatihkan.
    Dan sudah paling oke kalau diberi fasilitas terbaik oleh produk Faber-Castell .

  15. Aih seru..gak hanya punya jam dinding baru yang bisa dipasang di kamar. Tetapi juga proses membuatnya itu lho, yang jauh lebih seru. Kamarnya anak-anak belum ada jamnya nih, boleh nih kayaknya ku jajan produk yang sama~

  16. Art activity gini tuh cocok banget ya buat anak anak. Mengalihkan mereka dari gadgetnya.. hihi. Semoga makin banyak produk art activity gini dari Faber Castle, produknya Faber Castle emang selalu oke banget niiii

  17. Inilah salah satu perjuangan seorang ibu. Menyediakan segala sarana demi tumbuh kembangnya anak. Beruntung ada produknya Faber Castle yang bisa dijadikan sarana anak belajar agar jiwa seninya bisa dimunculkan. Semangat membersamai anak-anaknya ya mba, sukses selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.