Krucils

Permainan Tradisional Anak yang Bisa Dimainkan Di Rumah

Tak bisa dipungkiri, saat ini anak-anak masih banyak yang menghabiskan waktunya di rumah saja, terutama pada saat libur sekolah saat ini. Menurut saya, kita bisa memperkenalkan permainan tradisional anak yang bisa dimainkan di rumah bersama mereka selama liburan.

Permainan Tradisional Anak yang Bisa Dimainkan Di Rumah

Sejak sebelum pandemi, anak-anak saya suka sekali bermain beberapa permainan tradisional bersama teman-teman di lingkungannya. Sekarang teman bermainnya tidak bisa dengan leluasa datang ke rumah karena virus nakal.

Jadi anak-anak seringkali bermain bersama di halaman rumah maupun di teras dengan saudaranya saja. Berhubung empat anak yang bermain, jadi sudah pasti berisiknya sama seperti hari-hari biasa saat bebas.

Permainan yang biasa dimainkan oleh anak-anak di halaman rumah saat sore hari adalah:

  • Engklek

Permainan ini tidak membutuhkan banyak alat. Anak-anak biasa membuat garis dengan kapur atau pecahan batu bata merah, setelah itu cari batu pipih sebagai “pion”.

Siapa yang sudah mendapatkan beberapa kotak bisa menjadi pemenangnya. Dulu saya belajar engklek versi Jakarta. Cukup sampai di ujung maka sudah menang. Kalau anak-anak versi Jawa Tengah, jadi harus bolak-balik sampai capek untuk dapat “petak sawah/kotak” supaya menang.

Permainan ini cukup menguras tenaga dan menyenangkan. Sehingga energi anak yang tak habis-habis itu akan terkuras di permainan ini. Engklek membutuhkan skill keseimbangan yang bagus supaya bisa menjadi pemenang!

  • Bola Bekel

Membutuhkan bola dan beberapa benda kecil seperti kancing/kerikil/logam untuk dimainkan. Cara bermainnya yaitu melemparkan bola bekel ke atas dan mengambil benda kecil lalu menangkap bola kembali.

Terkesan mudah ya, namun untuk anak-anak dibutuhkan konsentrasi yang bagus supaya bisa mengambil benda dan menangkap kembali bolanya dengan tepat sasaran.

  • Petak Umpet

Permainan tradisional ini tidak membutuhkan alat khusus, hanya tembok atau tiang untuk tempat menepuk.

Cara bermainnya yaitu ada satu penjaga yang menghitung dan bersiap mencari. Sementara teman-teman lain bersiap bersembunyi dan berlari untuk menepuk ke arah tembok/tiang supaya dapat menang. Tentunya hindari si pencari yaa.

Permainan ini melatih kreativitas dan kesabaran anak.

  • Lompat Tali

Permainan lompat tali tradisional biasanya menggunakan karet gelang yang sudah disusun. Cara bermainnya membutuhkan 2 orang yang memegang tali, dan pemain lain akan bersiap melompat.

Permainan Tradisional Anak yang Bisa Dimainkan Di Rumah

Biasanya jika semua pemain berhasil, maka akan dibuatkan level selanjutnya oleh 2 penjaga tali. Level random, tergantung kreativitas anak.

Permainan ini membutuhkan kekompakan, fisik, dan keseimbangan yang bagus.

  • Congklak

Permainan congklak adalah favorit saya ketika kecil! Lalu berlanjut menjadi permainan menyenangkan bagi anak-anak.

Kesannya sederhana, memindahkan kerang/biji kopi  ke beberapa lubang supaya menang, tapi jika sudah expert, maka akan lebih sering berpikir untuk menghitung dan menjalankan kerang/biji kopinya.

Permainan yang bagus untuk melatih anak berkonsentrasi.

  • Bentengan

Permainan ini sangat sering dilakukan ketika di SD saat jam olahraga. Ada 2 kelompok yang berisi 4-8 orang (di rumah, anak-anak menjadi 2-2). 

Cara bermainnya, ada yang menjaga markas (bisa tembok/tiang), dan ada yang mengejar pemain lain. Jika mengenai tubuh lawan, maka ia berubah menjadi tawanan. Jika lawan sudah dikenai semua dan berhasil menyentuh markasnya, maka team telah menang.

Permainan asyik ini akan melatih kerjasama antar pemain.

  • Kucing-kucingan

Permainan kucing-kucingan juga merupakan permainan tradisional yang sering dilakukan ketika jam olahraga. Karena akan lebih seru jika dilakukan oleh banyak orang.

Ada yang membentuk lingkaran dan 1 kucing akan menangkap bola yang dilempar oleh rekan-rekan yang “mengurungnya”, ada juga yang tidak menggunakan bola, melainkan mengejar salah satu teman yang ada di dalamnya alias si tikus.

Jika tikus atau bola tertangkap, maka yang jadi kucing berganti. Permainan ini melatih kerjasama team.

  • Kelereng

Siapa yang masa kecilnya suka koleksi berbagai macam kelereng dan ukurannya? Karena saya begitu. Kalau sekarang kebanyakan yang bermain kelereng anak laki-laki atau bahkan sudah hilang(?). 

Pada zaman dulu, anak perempuan juga asyik bermain kelereng lho. Ada berbagai jenis cara memainkannya, yang paling sering adalah mengenai kelereng target yang ada di dalam garis, atau mengenai kelereng lawan.

Permainan Tradisional Anak membantu melatih ketrampilan, keseimbangan, kreativitas, dan kerjasama team yang baik.

Biasanya kalau sudah asyik bermain berbagai macam permainan tradisional di halaman rumah seperti ini, pasti ada saja kejadian jatuh atau duduk dengan santainya di paving. Jadi setelah main, pasti ada saja pakaian atau celana yang kotornya nggak main-main.

Tapi balik lagi ya, demi kesenangan anak, pengalaman baru, dan juga pengetahuan mereka, pastinya harus terus didukung dan dibolehkan. Karena anak memerlukan kegiatan luar ruangan yang menarik supaya bisa menggerakkan badannya dan tidak diam di dalam rumah untuk bermain gadget saja.

Permainan Tradisional Anak yang Bisa Dimainkan Di Rumah

Jadi untuk kegiatan yang menyenangkan, kotor itu nggak masalah. Tentu kita sebagai orangtua pasti punya jalan ninja untuk membuat pakaian dan celana anak menjadi bersih lagi, tinggal rendam, dan cuci pakai detergen, beres deh!

Jadi apakah ada yang mengajak anak-anak untuk bermain permainan tradisional saat di rumah? Share dong permainan apa saja yang sudah dimainkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.