Health

Hak Penyandang Disabilitas Menjadi Prioritas Pemerintah di Pandemi Covid-19

Sudah setahun lebih Pandemi Covid-19 menimpa bumi ini, entah kapan bisa berkurang atau menghilang. Sudah banyak sekali yang terkena dampak dari Pandemi tak berkesudahan ini, mulai dari masyarakat biasa, pengusaha kecil maupun pengusaha yang selama ini sudah didengar namanya sejak belasan atau puluhan tahun. Ya, tak sedikit yang bisnisnya bangkrut karena Pandemi Covid-19.

Jika pengusaha besar saja bisa terkena dampaknya, lalu bagaimana dengan masyarakat biasa? Tentunya sama-sama tersiksanya. Tapi sesungguhnya ada yang paling terkena dampaknya, yaitu teman-teman penyandang disabilitas. Mereka adalah kelompok rentang yang paling terdampak di Pandemi Covid-19 ini.

Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Sosial melalui
Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) hingga
Januari 2021, jumlah penyandang disabilitas yang terdata berjumlah
209.604 jiwa.

Tak sedikit dari teman-teman penyandang disabilitas butuh kerabat atau asisten untuk membantu aktivitas kesehariannya, maka dari itu mereka sulit menerapkan langkah-langkah kebersihan seperti yang diinformasikan oleh Pemerintah maupun Kedokteran, sulit menjaga jarak fisik, juga mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi mengenai Covid-19.

Juli 2021, Pemerintah telah Mempercepat
Pendistribusian Program Bantuan Sosial di Masa PPKM

Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) merupakan salah satu bantuan dari program Kementerian Sosial dengan sasaran Keluarga.
Penerima Manfaat (KPM) yang tercantum pada Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS), dimana para penyandang disabilitas
menerima bantuan dana sebesar Rp. 2.400.000

Pemerintah Indonesia telah memulai penyelenggaraan vaksinasi COVID-
19 bagi penyandang disabilitas sejak Juni 2021

Tak hanya bantuan sosial, namun Pemerintah juga terus mengakselerasi
program vaksinasi bagi penyandang disabilitas. Vaksinasi
untuk teman-teman penyandang disabilitas ini dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, dan bekerja sama dengan 98 komunitas disabilitas. Prioritasnya ke pulau Jawa – Bali yang merupakan zona merah COVID-19.

Kementerian Sosial melalui Balai Kementerian Sosial di seluruh Indonesia
telah menyediakan tempat pelaksanaan vaksinasi serta layanan
pendampingan penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi mulai dari
penjemputan hingga pemulangan.

“Upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 tidak akan berhasil apabila tidak disertai dukungan masyarakat dalam mensosialisasikan 3M, 3T dan vaksinasi sebagai upaya memutus rangkaian penyebaran Covid-19”, ungkap Bambang Gunawan.

Webinar FIRTUAL

Direktorat Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyelenggarakan WEBINAR Forum Literasi Hukum dan HAM Digital (Firtual) dengan tema “Pemenuhan Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas Saat Pandemi”.

Webinar yang diadakan pada Jumat, 13 Agustus 2021 secara daring (online) melalui platform aplikasi ZOOM Cloud Meeting dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo.

Adapun narasumber yang hadir secara virtual antara lain Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden), Eva Rahmi Kasim (Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial), dan Nurjanah S.KM., M.Kes (Koordinator Substansi Program Gangguan Indera dan Fungsional Kementerian Kesehatan), serta Bambang Gunawan (Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Kominfo) sebagai keynote speaker.

Data alokasi vaksin ada sekitar 450.000 ribu dosis dimana setiap satu Penyandang Disabilitas mendapatkan dua dosis. Data para Penyandang Disabilitas dari Kementerian Kesehatan telah diberikan langsung pada Pemerintah Daerah yang menyesuaikan data dari Kementerian Sosial.

Eva Rahmi Kasim berpendapat selain lansia, penyandang disabilitas harus diberikan prioritas untuk mendapatkan vaksin. Hal ini diharapkan dapat memperkuat imun supaya mencegah terjadinya pandemi berkelanjutan di kalangan penyandang disabilitas dan mencegah adanya penyakit lanjutan.

Mungkin ada beberapa penyandang disabilitas takut divaksin karena dikhawatirkan dampak setelah vaksin bisa berakhir buruk untuk kesehatan mereka. Padahal hal ini justru kebalikannya, vaksin ini akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masuknya penyakit. Maka hal ini perlu disosialisasikan lagi kepada teman-teman penyandang disabilitas.

Bagaimana Jika Tidak Punya NIK, KTP?

Hal ini juga salah satu yang menjadi hambatan bagi teman-teman penyandang disabilitas. Namun bagi mereka, mengurus NIK dan KTP bukan hal yang mudah karena hambatan mobilitas dan lainnya. Menurut Eva, hal ini sudah menjadi concern Pemerintah dalam pelaksanaan vaksin bagi penyandang disabilitas.

Hambatan yang Dialami Penyandang Disabilitas saat Pandemi Covid-19

Nurjanah menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 ini banyak para Penyandang Disabilitas yang mengalami hambatan dan risiko dalam menerima vaksin, seperti hambatan dalam mengakses informasi, bergantung pada kontak fisik dengan lingkungan atau pendamping, penurunan kemampuan atau kelemahan terutama bagi para Penyandang Disabilitas fisik, pembatasan atau isolasi seperti bekerja, makan, perawatan, dan lainnya.

Tertulis di UU No 8 Tahun 2016 Pasal 12 disebutkan jika Penyandang Disabilitas berhak mendapatkan informasi dan komunikasi, seperti informasi media yang dibuat adalah yang ramah akan disabilitas.

Jadi selain Pemerintah, kita sebagai masyarakat juga harus turut andil dalam memberikan informasi yang ramah dilihat oleh teman-teman penyandang disabilitas. Kita dapat membuat gambar atau poster, video dengan bahasa isyarat, dan berbagai ide lain agar teman-teman disabilitas dapat menerima informasinya dengan tepat dan dapat dipahami.

Saya sempat membuat video ajakan agar teman-teman disabilitas tetap semangat dan menjaga kesehatannya dengan bahasa isyarat di Instagram. Saya berharap dapat mempelajari bahasa isyarat lebih dalam lagi agar bisa terus memberikan informasi penting untuk teman-teman disabilitas :).

    1. Kebijakan yang sangat menenangkan bagi penyandang disabilitas. Setidaknya mereka menikmati fasilitas negara berupa vaksinasi. Keren nih programnya.

  1. SALUT dan BANGGA dgn kebijakan ini

    karena memang para penyandang disabilitas kudu mendapatkan perhatian/atensi dari pihak terkait ya.
    Semogaaaa memberikan dampak baik.

  2. Setiap warga negara memiliki hak yang sama, sih. Jika mereka termasuk yang kesulitan mendapatkan layanan, memang perlu dibantu agar tidak ada yang tertinggal.

  3. Iya ya, ketika pandemi dan banyak bansos barulah disadari bahwa ada saja penyandang disabilitas yang tak punya KTP. Beberapa di antara mereka dulu dianggap angin oleh keluarga, setelah banyak bantuan jadi ditunjukkan.
    Eh, kenapa saya malah sampai ke sini…
    Yang jelas, sukur alhamdulillah presiden kita tanggap dengan pandemi ini dan pemerintah berusaha yang terbaik untuk membantu kelompok rentan

  4. Bener banget mbak, hak penyandang disabilitas juga nih untuk mendapatkan vaksinasi. Semestinya juga bisa door to door gitu. Intinya apapun yg terkait dg treatment preventif juga kuratif dari covid 19, para penyandang disabilitas pun berhak mendapatkannya.

  5. Oh iya kapan hari itu yang aku lihat di IG nya Mbak Cindy ya. Alhamdulillah, pemerintah benar-benar serius dalam memfasilitasi kemudahan vaksin terutama untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas

  6. Alhamdulillah,
    Kabar gembira ini harus semakin banyak orang yang tahu dan paham karena merupakan hak bagi siapapun, tak terkecuali bagi sahabat-sahabat disabilitas untuk bisa vaksin dan mengurus beberapa surat tanda kependudukan.

    Pandemi, kami siap!

  7. Memang sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat diperhatikan haknya. Tidak ada lagi yang merasa terpinggirkan. Alhamdulillah kalau penyandang disabilitas mendapatkan perhatian

  8. Syukurlah kalau penyandang disabilitas juga punya hak di mas apandemi ini dan dijadikan priorotas oleh pemerintah.
    Bukan untuk masyarakat umum aja ya percepatan dosis vaksin juga diberikan bagi merek apenyandang disabilitas supaya bisa membnetnuk kekebalankelompok juga ya

  9. Yes, mereka kan juga warga negara Indonesia, jadi sepatutnya diberikan hak yang saa bahkan diberikan support kemudahan untuk dilayani. semoga semua sehat dan diberikan kemudahan ya teman2 disabilitas yang mau vaksin

  10. Alhamdulillah vaksinasi buat para penyandang disabilitas menjadi perhatian khusus ya mbak. Mungkin bisa kerja sama dengan komunitas dan juga sekolah-sekolah disabilitas. Soal NIK atau KTP juga penting. Malah kalau mau bagus, sekalian bisa diurus secara online sewaktu pendaftaran vaksinasi

  11. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi teman-teman penyandang disabilitas karena pemerintah mulai memberikan perhatian. Saya pribadi sebagai kader dasa wisma di lingkungan dan bertugas mengajukan warga peserta vaksin awalnya sedikit kesulitan meyakinkan teman-teman penyandang disabilitas karena mereka merasa tersisihkan. Ada juga yang memang tidak terdaftar dalam data kependudukan. Semoga dengan begini kehidupan teman-teman disabiltas semakin mudah dan terus mendapatkan perhatian dari negara.

  12. Senang karena pemerintah tidak tinggal diam
    Saya kemudian bisa share dengan bahagia ke teman teman difabel kalau mereka tuh priority banget soal vaksin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *